Fragmen Gigi Taring Kuda Air (Caninus Hippopotamus)

museum manusia purba sangiran (klaster krikilan)

Deskripsi

Fosil gigi taring kuda sungai jenis Hippopotamus ini memiliki dimensional panjang, tebal, berat masing-masing 15,3 cm; 4cm; dan 0,255 kg. Fosil ini dipamerkan di ruang display 1 Museum Klaster Krikilan sebanyak 1 fragmen. Secara fisik fosil ini masih utuh dan tidak ada kerapuhan bekas pecahan. Ada dua jenis Kuda Sungai yang pernah hidup di Sangiran, yaitu Hexatoprodon dan Hippopotamus. Dalam suatu kerjasama penelitian antara Indonesia dan Perancis, ditemukan fosil Hippopotamus dari Bukuran pada tahun 1998. Sebanyak 109 tulang-tulang Kuda Sunga ini terbalut pekat dalam endapan lempung hitam Formasi Pucangan berusia 1,2 juta tahun, ketika itu Sangiran masih berada dalam lingkungan rawa. Hippopotamus tersebut hidup di dalam rawa hutan bakau, berdampingan dengan berbagai mamalia lain seperti gajah purba Mastodon, kura-kura raksasa, Bovidae, Cervidae, dan tentu saja dengan manusia purba Sangiran yang paling kuno, Homo erectus arkaik.

Sejarah

Fosil ini ditemukan oleh Warsito pada tanggal 17 April 2009 di daerah Bubak, Ngebung, Kalijambe, Sragen. Kemudian fragmen fosil diserahkan ke Museum Sangiran pada tanggal 21 April 2009

Nomor inventarisasi :

0023/HIP/BPSMPS/2010

Nomor Registrasi :

69

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Geologika

Kondisi Koleksi :

Tidak Utuh

Tanggal Registrasi:

1 Jun 2016

Cara Perolehan:

Hasil Penemuan

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

33.14.K.01.0041

Alamat Museum:

Jalan Sangiran Km. 4 Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, 57275

Galeri

Testimoni