Fragmen Cranium Kerbau
museum manusia purba sangiran (klaster krikilan)
Deskripsi
Fragmen Cranium jenis Bubalus palaeokarabau memiliki ukuran 249 cm dan tinggi 18.5 cm, cranium tersebut ditemukan tidak dalam kondisi utuh.
Sejarah
Fosil fragmen cranium Bubalus paleokarabau tersebut ditemukan oleh Santoso di Situs Sangiran. Di Situs Sangiran, dihuni beberapa jenis hewan dari keluarga sapi yang dalam ilmu Biologi sering disebut family Bovidae diantaranya adalah kerbau purba (Bubalus palaeokarabau), banteng purba (Bibos palaeosondaicus), dan antelop (Duboisia santeng). Kerbau purba ini pernah hidup di situs Sangiran sejak jaman Plestosen awal (1.700.000 tahun yang lalu) hingga Plestosen akhir. Kerbau purba hidup dalam habitat peralihan, yaitu habitat berupa padang rumput terbuka dengan sebagian berupa semak, reumputan yang tinggi dan lingkungan rawa-rawa. Bubalus palaeokarabau adalah herbivora atau pemakan tumbuhan. Kerbau ini memiliki kebiasaan berendam dalam kubangan air berlumpur atau rawa-rawa.
Nomor inventarisasi :
2611/BOV/BPSMPS/2016
Nomor Registrasi :
-
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
Cagar Budaya - Benda
Klasifikasi :
Arkeologika
Kondisi Koleksi :
Tidak Utuh
Tanggal Registrasi:
3 Dec 2019
Cara Perolehan:
Hasil Penemuan
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
33.14.K.01.0041
Alamat Museum:
Jalan Sangiran Km. 4 Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, 57275