Fr. Incisivus Proboscidea

museum manusia purba sangiran (klaster bukuran)

Deskripsi

Proboscidea merupakan ordo mamalia yang memiliki proboscis atau belalai. Anggota ordo ini yang masih bertahan hidup hingga sekarang yaitu Loxodonta (hidup di Afrika) dan Elephas (hidup di Asia). Gigi Proboscidea mengalami spesialisasi sehingga berbeda dengan gigi vertebrata lain. Gigi seri (incisivus) dari rahang atas pada spesies anggota ordo Proboscidea mengalami modifikasi dengan tumbuh memanjang dan menonjol keluar menjadi gading. Gading gajah berfungsi untuk mencari makanan, membantu mobilitas seperti mengangkat benda yang menghalangi jalurnya, dan pertahanan diri. Gading gajah tersusun oleh dentin (jaringan keras yang padat), pulpa (bagian tengah yang berisi syaraf dan pembuluh darah), sementum (lapisan tipis yang menyelimuti dentin), dan enamel (lapisan terluar yang ditemukan di ujung gading). Koleksi ini berupa potongan gading gajah anggota ordo Proboscidea yang ditemukan dalam keadaan tidak utuh. Pada bagian pangkal gading pecah menjadi beberapa potongan kecil dan terdapat potongan yang hilang, sedangkan pada sekitar ujung gading mengalami keretakan sehingga sementum atau lapisan terluar yang menyelimuti gading tidak utuh dan dentin terlihat. Fosil tersebut ditemukan bersama dengan sedimen yang masih melekat berupa pasir krikilan.

Sejarah

Penemuan fosil gigi seri Proboscidea oleh Bapak Kardi di Grogolan Manyarejo pada tahun 2019 merupakan temuan yang sangat signifikan. Fosil ini, yang diserahkan pada 29 Juli 2019, akan menjadi data penting untuk mempelajari anatomi, pola makan, dan evolusi gajah purba di wilayah Jawa.

Nomor inventarisasi :

4048 / ELP / BPSMPS / 2021

Nomor Registrasi :

10822

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

-

Klasifikasi :

Arkeologika

Kondisi Koleksi :

-

Tanggal Registrasi:

6 Nov 2019

Cara Perolehan:

-

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

33.14.K.01.0314

Alamat Museum:

Bukuran

Galeri

Testimoni