Diorama 32 Pertempuran Margarana
uptd monumen perjuangan rakyat bali
Deskripsi
Pertempuran Margarana, atau yang dikenal sebagai Puputan Margarana, sebuah peristiwa heroik yang terjadi di Bali pada 20 November 1946
Sejarah
Langit pagi di Marga, Tabanan, belum sepenuhnya terang ketika pasukan Belanda mulai bergerak. Mereka datang dengan kekuatan penuh: Brigade Y, Batalyon Stoottroepen, dan pasukan elite KNIL dari Divisi Gajah Merah. Tujuan mereka jelas—menghancurkan Batalyon Ciung Wanara, pasukan gerilya pimpinan Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai, yang menjadi simbol perlawanan rakyat Bali terhadap kembalinya kolonialisme Belanda. Beberapa hari sebelumnya, Ngurah Rai telah memimpin serangan besar-besaran ke markas NICA di Tabanan. Serangan itu mengguncang Belanda dan memaksa mereka mengerahkan pasukan dari berbagai penjuru Bali. Ngurah Rai tahu bahwa pasukannya terkepung. Namun, ia menolak menyerah. Ia memilih jalan puputan—perang sampai titik darah penghabisan. Pada 20 November 1946, di Banjar Kelaci, Marga, Ngurah Rai dan 95 pejuang terakhir berdiri tegak menghadapi ribuan tentara Belanda yang dilengkapi senapan mesin, mortir, dan bahkan dukungan udara dari pesawat pengebom Makassar. Pertempuran dimulai pukul 08.00 pagi. Dentuman senjata menggema di antara ladang dan hutan. Pasukan Ciung Wanara bertahan dengan semangat luar biasa, meski persenjataan mereka jauh lebih sederhana Ngurah Rai memimpin langsung di garis depan. Ia menolak mundur, menolak menyerah, dan memilih mati bersama pasukannya. Seluruh pasukan gugur, termasuk Ngurah Rai. Belanda menang secara militer, tetapi rakyat Bali menang secara moral. Puputan Margarana menjadi simbol keberanian dan pengorbanan demi kemerdekaan
Nomor inventarisasi :
-
Nomor Registrasi :
-
Tempat Pembuatan :
Bali
Status Cagar Budaya :
-
Klasifikasi :
Seni Kria
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
14 Jun 2003
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
51.71.K.03.0167
Alamat Museum:
Jl. Raya Puputan Niti Mandala