Diorama 28 Pertempuran Laut di Selat Bali 1946

uptd monumen perjuangan rakyat bali

Deskripsi

Pertempuran Laut di Selat Bali yang terjadi pada 5 April 1946, sebuah peristiwa heroik yang menandai kemenangan pertama Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pasca kemerdekaan

Sejarah

Malam mulai turun di Pantai Boom, Banyuwangi. Di bawah langit gelap, Kapten Markadi dan Pasukan M bersiap menyeberangi Selat Bali. Mereka bukan pasukan elit, melainkan gabungan prajurit ALRI, Tentara Pelajar, dan guru-guru yang dilatih secara kilat di Malang. Dengan 16 perahu cadik bantuan nelayan Madura, mereka mengarungi laut demi satu tujuan: membebaskan Bali dari cengkeraman Belanda. Sementara itu, di Bali, sejak Oktober 1945, Belanda (NICA) telah mendarat di Singaraja dan mulai menguasai wilayah. Bendera Merah Putih dirampas, rakyat ditindas, dan pasukan I Gusti Ngurah Rai bersiap melakukan perlawanan. Maka, operasi lintas laut pun dirancang oleh Markas Besar TRI di Yogyakarta: Pasukan Waroka mendarat di Celukan, Ngurah Rai di Yeh Kuning, dan Kapten Markadi dari Banyuwangi ke Candi Kusuma. Menjelang fajar 5 April 1946, dua mil dari Pantai Penginuman, perahu Pasukan M dihadang oleh dua kapal patroli Belanda jenis LCM. Dalam jarak hanya lima meter, tentara Belanda mengarahkan senapan mitraliur dan memerintahkan mereka menyerah. Tapi Kapten Markadi punya rencana lain. Dengan tenang, ia melempar tali ke kapal Belanda, lalu menariknya kembali. Dalam sekejap, ia memberi komando: “Tembak!”. Baku tembak pun pecah di atas gelombang. Belanda membalas dengan senapan mesin Browning kaliber 12,7 mm, namun posisi kapal mereka terlalu tinggi, membuat tembakan meleset dan hanya mengenai tiang layar. Pasukan M bertahan dengan keberanian luar biasa. Sebagian menyamar sebagai nelayan, sebagian menceburkan diri ke laut, dan sebagian berhasil mendarat di Bali. Pertempuran ini menjadi kemenangan pertama ALRI, sekaligus operasi amfibi pertama Indonesia setelah proklamasi

Nomor inventarisasi :

-

Nomor Registrasi :

-

Tempat Pembuatan :

Bali

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Seni Kria

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

14 Jun 2003

Cara Perolehan:

Pembelian

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

51.71.K.03.0167

Alamat Museum:

Jl. Raya Puputan Niti Mandala

Galeri

Testimoni