Diorama 25 Penyebarluasan Berita Proklamasi 1945
uptd monumen perjuangan rakyat bali
Deskripsi
Penyebaran berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Bali berlangsung secara bertahap dan penuh tantangan, terutama karena pengawasan ketat dari tentara Jepang yang masih bercokol di wilayah tersebut
Sejarah
Singaraja menjadi wilayah pertama di Bali yang menerima kabar proklamasi, melalui siaran radio pada 17 Agustus 1945. Tokoh penting seperti Ide Anak Agung Gede Agung dan kelompok elite pemuda di Singaraja menjadi penerima awal informasi tersebut. Sebagai anggota PPKI dan Gubernur Sunda Kecil, I Gusti Ketut Pudja mulai menyebarkan berita proklamasi secara resmi di Bali pada 23 Agustus 1945. Ia memimpin sosialisasi ke berbagai wilayah, termasuk NTB dan NTT, dengan membentuk kelompok utusan untuk menyampaikan kabar kemerdekaan Sekitar sepekan setelah proklamasi, pesawat Sekutu terbang rendah di atas Bali dan menjatuhkan selebaran yang menyatakan Jepang telah menyerah. Selebaran ini memperkuat kabar kemerdekaan dan mendorong pemuda seperti Nyoman Sirna di Jembrana untuk menyebarkan berita dan menggalang perlawanan terhadap potensi kembalinya penjajahan Belanda Surat kabar lokal seperti Bali Shimbun yang dikelola Jepang tidak memuat berita proklamasi, karena Jepang berusaha menyembunyikan informasi tersebut. Meskipun demikian, semangat pemuda Bali tak surut. Mereka menyebarkan berita secara lisan, melalui pamflet, dan pertemuan rahasia Setelah berita menyebar, muncul kekhawatiran bahwa penjajahan Jepang akan digantikan oleh Sekutu (termasuk Belanda). Pemuda Bali mulai mengorganisasi perlawanan, dan pada 13 Desember 1945, direncanakan serangan umum serentak terhadap Jepang di seluruh Bali
Nomor inventarisasi :
-
Nomor Registrasi :
-
Tempat Pembuatan :
Bali
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Seni Kria
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
14 Jun 2003
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
51.71.K.03.0167
Alamat Museum:
Jl. Raya Puputan Niti Mandala