Deta Pelangi
museum rumah adat nan baanjuang
Deskripsi
Minangkabau kaya dengan ragam tenunan songketnya, dengan seperangkat alat tenun ATBM tangan –tangan terampil perempuan Minang sangat cekatan dalam menggerakan alat tenun. Masing-masing daerah memiliki ciri khas tenun songketnya hal ini dapat kita lihat dari penggunaan bahan dasar benang, perpaduan warna dan motif . Kain songket ini berbentuk empat persegi bermotif garis-garis dengan warna dasar benang merah, hijau dan hitam, oleh sebab itu disebut juga kain pelangi karena berwarna warni. Pada kain ini terdapat motif saik galamai, balah kacang, salah satu pinggir kain terdapat motif saik galamai dan biku-biku. Kain ini biasanya dibuat untuk saluak atau deta, sebagai tutup kepala laki-laki bagian dari kelengkapan pakaian dalam menghadiri acara.
Sejarah
Minangkabau kaya dengan ragam tenunan songketnya, dengan seperangkat alat tenun ATBM tangan –tangan terampil perempuan Minang sangat cekatan dalam menggerakan alat tenun. Masing-masing daerah memiliki ciri khas tenun songketnya hal ini dapat kita lihat dari penggunaan bahan dasar benang, perpaduan warna dan motif . Kain songket ini berbentuk empat persegi bermotif garis-garis dengan warna dasar benang merah, hijau dan hitam, oleh sebab itu disebut juga kain pelangi karena berwarna warni. Pada kain ini terdapat motif saik galamai, balah kacang, salah satu pinggir kain terdapat motif saik galamai dan biku-biku. Kain ini biasanya dibuat untuk saluak atau deta, sebagai tutup kepala laki-laki bagian dari kelengkapan pakaian dalam menghadiri acara.
Nomor inventarisasi :
03.44
Nomor Registrasi :
48
Tempat Pembuatan :
Kota Bukittinggi
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Etnografika
Kondisi Koleksi :
Tidak Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
13.75.U.05.0009
Alamat Museum:
Jl. Cindua Mato No. 10