Cupak batuang
museum rumah adat nan baanjuang
Deskripsi
Cupak merupakan salah satu alat ukur tradisional masyarakat Minangkabau pada masa lalu. Alat ini terbuat dari bambu, sehingga masyarakat juga menyebutnya dengan cupak batuang. Cupak memiliki ukuran tinggi dan diameter berbeda-beda, namun memiliki volume yang sama. Hal ini disebabkan oleh bentuk dan ukuran bambu yang digunakan. Semakin kecil diameternya, maka semakin tinggi ukuran cupak, begitu juga sebaliknya. Cupak berfungsi sebagai alat untuk mengukur/menakar beras, gula, dan biji-bijian. Berdasarkan volumenya, masyarakat dalam keseharian mengenal dua jenis cupak yaitu cupak dua baleh dan cupak tigo baleh. Duo baleh atau tigo baleh dipakai berdasarkan ukuran relatif yang disebut dengan tahie. Satu tahie sama dengan satu genggam manusia dewasa. Sehingga volume cupak duo baleh artinya berisi 12 tahie dan cupak tigo baleh artinya berisi 13 tahie. Cupak yang biasanya digunakan dalam jual beli masyarakat minangkabau adalah cupak duo baleh. Terdapat sedikit motif pada permukaan luar cupak berupa garis abstrak, selain itu juga terdapat aksesoris dari rotan yang dijalin mengelilingi permukaan luar cupak. Pada dasar/kaki cupak terdapat lubang, dan retakan dipermukaan dari atas sampai kebawah
Sejarah
Cupak merupakan salah satu alat ukur tradisional masyarakat Minangkabau pada masa lalu. Alat ini terbuat dari bambu, sehingga masyarakat juga menyebutnya dengan cupak batuang. Cupak memiliki ukuran tinggi dan diameter berbeda-beda, namun memiliki volume yang sama. Hal ini disebabkan oleh bentuk dan ukuran bambu yang digunakan. Semakin kecil diameternya, maka semakin tinggi ukuran cupak, begitu juga sebaliknya. Cupak berfungsi sebagai alat untuk mengukur/menakar beras, gula, dan biji-bijian. Berdasarkan volumenya, masyarakat dalam keseharian mengenal dua jenis cupak yaitu cupak dua baleh dan cupak tigo baleh. Duo baleh atau tigo baleh dipakai berdasarkan ukuran relatif yang disebut dengan tahie. Satu tahie sama dengan satu genggam manusia dewasa. Sehingga volume cupak duo baleh artinya berisi 12 tahie dan cupak tigo baleh artinya berisi 13 tahie. Cupak yang biasanya digunakan dalam jual beli masyarakat minangkabau adalah cupak duo baleh. Terdapat sedikit motif pada permukaan luar cupak berupa garis abstrak, selain itu juga terdapat aksesoris dari rotan yang dijalin mengelilingi permukaan luar cupak. Pada dasar/kaki cupak terdapat lubang, dan retakan dipermukaan dari atas sampai kebawah
Nomor inventarisasi :
03.142
Nomor Registrasi :
211
Tempat Pembuatan :
Kota Bukittinggi
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Etnografika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
24 Apr 2025
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
13.75.U.05.0009
Alamat Museum:
Jl. Cindua Mato No. 10