Baju Seragam TRI

monumen perjuangan rakyat jawa barat

Deskripsi

Model baju Umumnya berupa kemeja lengan panjang dengan potongan lurus. Memiliki kerah sederhana dan kancing depan. Sebagian prajurit menggulung lengan baju saat bertugas di lapangan. Bahan Terbuat dari katun atau kanvas ringan, cukup kuat namun nyaman dipakai di iklim tropis. Banyak baju berasal dari seragam bekas Jepang (PETA/Heiho), seragam KNIL, atau pakaian sipil yang disesuaikan. Warna Warna tidak seragam, yang paling umum: 1. Khaki 2. Krem 3. Cokelat muda 4. Hijau kusam Warna sering tampak pudar akibat pemakaian intensif. Saku Biasanya terdapat dua saku di dada dengan penutup (flap). Saku berfungsi untuk menyimpan perlengkapan kecil atau kebutuhan lapangan. Tanda dan atribut Tanda pangkat sering tidak baku dan dipasang di bahu atau lengan. Beberapa seragam dilengkapi lencana satuan atau pin, namun banyak juga yang polos tanpa tanda. Kerapian dan keseragaman Tidak semua prajurit mengenakan seragam lengkap. Perbedaan potongan, bahan, dan warna antar prajurit sangat umum. Makna simbolik Baju seragam Tentara Rakyat Indonesia bukan sekadar pakaian militer, melainkan simbol persatuan, perlawanan, dan identitas nasional. Kesederhanaannya mencerminkan tentara yang lahir dari rakyat dan berjuang dengan apa yang tersedia.

Sejarah

Baju seragam Tentara Rakyat Indonesia pada masa awal kemerdekaan (sekitar 1945–1949, mencakup masa TKR/TRI) memiliki ciri yang sederhana, tidak baku, dan sangat beragam, mencerminkan kondisi perjuangan dan keterbatasan perlengkapan.

Nomor inventarisasi :

B.005.2.1

Nomor Registrasi :

15.1.2.01

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Historika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

6 May 2024

Cara Perolehan:

Pembelian

Keaslian:

Replika

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

32.73.K.03.0031

Alamat Museum:

Jalan Dipati Ukur No. 48, Lebak Gede, Coblong, Bandung, Jawa Barat

Galeri

Testimoni