Baju Raja (Bajee Raja)
museum aceh
Deskripsi
Sebuah baju kerajaan, bahan terbuat dari sutera berwarna hitam, bentuk seperti jas, kerah Aceh (sanghai), tanpa saku sedangkan bagian dalam dilapisi dengan kain warna merah bermotif bola bola kecil. Bagian dalam dari baju tersebut disematkan dengan dua buah kantong/saku rahasia. Sebagai penyekat (kancing) diberikan tiga kait dari logam. Bagian leher/kerah dihiasi dengan sulaman benang emas dengan ragam hias kaligrafi bertuliskan ''La ilahaillalah Muhammadur Rasulullah'' yang dibingkai dengan ragam hias tumpal. Keseluruhan bagian permukaan dan ujung lengan dihiasi dengan sulaman benang emas yang bermotifkan antara lain : bulan sabit, bitang pecah delapan dihiasi bunga bunga cap 9 (sembilan) bertuliskan tanda cap Sultan Aceh Darussalam Paduka Sri Sultan Alaiddin Mahmud Syah Johan berdaulat Zhilullah fi Alam (lingkaran tengah) Sultan Johansyah, Sri Sultan Ahmadsyah, Sultan Meukuta Alam, Sultan Tajul Alam, Sultan Ahmadsyah, Sultan Mahmudsyah dan Sultan Muhammadsyah. Bagian agak kebawah (setengah kantong) bertuliskan aksara Arab (sebelah kanan) berbunyi ''baju ini cap sembilan, datang berlayar dari negeri membawa matahari dengan bulan ke negeri Aceh baladul aman, menjunjung duli yang dipertuan, dengan karunia Malikurrah-man, jikalau ada limpah dermawan, hamba yang masa sejohan, nyaman akan kesini bakna kesiapan sultan, Sultan Johansyah Dhillahtil alam membawakan dan memerintah Aceh Raya kiranya amien'' bagian paling bawah bertuliskan aksara Arab yang terjemahannya sebagai berikut : menjadi kewajiban orang orang dari Susoeh, Negeri Tamiang dan Aceh untuk menyempurnakan baju kebesaran ini tidak akan dapat dibuat seperti ini meskipun mereka mengikuti/meniru apa yang sudah ada untuk mewujudkannya, atau selesai dibuat baju kebesaran ini di Negeri Al Mahrusah Barat, 22 Zulqaidah, hari jumat, Hijrah Nabi Muhammad SAW 1288 pada zaman Badrul Alam Raja Mahmudsyah. Pemilik terakhir baju kebesaran ini adalah bapak Ishak Hasyim, penduduk desa Daboh, Teupin Jangat, Kec. Bandar Baru, Kab. Pidie. Menurut informasi beliau, baju ini merupakan baju kebesaran Ulee Balang Teuku Laksamana Nyong yang memerintah pada tahun 1288 H.
Sejarah
-
Nomor inventarisasi :
05000021000
Nomor Registrasi :
2970/3231
Tempat Pembuatan :
Aceh
Status Cagar Budaya :
Cagar Budaya - Benda
Klasifikasi :
Historika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
11.71.U.03.0001
Alamat Museum:
Jl. Sultan Alaiddin Mahmudsyah No.12