Badge School Opleiding Paracutistent (SOP)

monumen perjuangan rakyat jawa barat

Deskripsi

Komponen Utama Desain Kanopi Parasut (Kubah): Terletak di bagian tengah sebagai lambang utama kemampuan terjun payung. Kanopi ini biasanya digambarkan mengembang sempurna dengan garis-garis panel yang tegas. Sayap (Wings): Sepasang sayap yang membentang di sisi kiri dan kanan parasut. Sayap ini melambangkan kedirgantaraan, kecepatan, dan kemampuan mobilitas udara. Tulisan/Inisial: Pada beberapa versi lencana atau emblem kain aslinya, terdapat inisial "SOP" yang tertera secara jelas, biasanya di bagian bawah kanopi atau terintegrasi pada pita di bawah logo. Makna Filosofis Setiap elemen pada lencana ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol kualifikasi yang tinggi: Parasut melambangkan keberanian untuk terjun dari pesawat demi mengejutkan musuh di garis belakang. Sayap melambangkan kejayaan di udara dan kesiapan untuk dikirim ke mana saja dengan cepat.

Sejarah

School Tot Opleiding van Parachutisten (SOP) atau sering disebut sebagai School Opleiding Parachutisten adalah sekolah khusus yang mencetak pasukan penerjun payung militer pertama di wilayah Indonesia. Satuan ini didirikan oleh militer Belanda (KNIL - Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger) setelah berakhirnya Perang Dunia II, tepatnya pada pertengahan tahun 1946 di Andir, Bandung (sekarang Bandara Husein Sastranegara). Pasukan lulusan SOP ini menjadi ujung tombak Belanda dalam menghadapi pasukan Republik Indonesia selama masa Revolusi Fisik (1945–1949). Aksi mereka yang paling terkenal dalam sejarah adalah Agresi Militer Belanda II (19 Desember 1948): Pasukan payung ini diterjunkan langsung di Bandara Maguwo (sekarang Adisutjipto), Yogyakarta. Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) dan pengakuan kedaulatan Indonesia pada akhir tahun 1949, KNIL dibubarkan. Sekolah Opleiding Parachutisten (SOP) di Bandung pun resmi dilikuidasi pada tahun 1950. Dalam hitungan jam, mereka berhasil menguasai bandara, merebut ibu kota Yogyakarta, dan menawan Presiden Soekarno serta Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Nomor inventarisasi :

B.005.8.62

Nomor Registrasi :

15.2.13.62

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Historika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

24 Jun 2024

Cara Perolehan:

Hibah

Keaslian:

Replika

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

32.73.K.03.0031

Alamat Museum:

Jalan Dipati Ukur No. 48, Lebak Gede, Coblong, Bandung, Jawa Barat

Galeri

Testimoni