Badge Batalyon Infantri 5 "Anjing NICA", lambang anjing ke kiri

monumen perjuangan rakyat jawa barat

Deskripsi

Gambar Utama: Menampilkan kepala atau siluet seekor anjing yang sedang menyalak/menggonggong dengan ganas, kerap digambarkan dengan taring yang terlihat tajam. Warna Dominan: Umumnya menggunakan warna berlatar belakang gelap (hitam atau hijau tua) dengan gambar anjing berwarna merah untuk memberikan kesan yang intimidatif dan garang. Tulisan/Identitas: Pada beberapa versi badge peninggalan sejarah, terdapat angka "5" yang menunjukkan identitas Batalyon V. Dalam konteks militer Batalyon V saat itu, lambang anjing dipilih dan dipertahankan karena mewakili beberapa sifat: Kesetiaan (Loyalitas): Anjing dikenal sebagai hewan yang paling setia kepada tuannya (dalam hal ini, Kerajaan Belanda/NICA saat itu). Keganasan dalam Bertempur: Menunjukkan bahwa batalyon ini tidak akan ragu untuk menyerang dan memburu musuh-musuhnya tanpa ampun. Kewaspadaan Tinggi: Sebagai unit infanteri, mereka memposisikan diri sebagai "anjing penjaga" keamanan wilayah yang mereka duduki dari infiltrasi pejuang Republik.

Sejarah

Tentara KNIL dan NICA: Setelah Jepang kalah pada tahun 1945, Belanda datang kembali ke Indonesia membonceng Sekutu (NICA - Netherlands Indies Civil Administration). Mereka membentuk kembali pasukan KL (Koninklijke Leger) dan KNIL (Koninklijke Nederlandsch-Indische Leger). Batalyon Infanteri V (Infantry Battalion V KNIL) adalah salah satu pasukan elite Belanda yang anggotanya banyak merekrut bumiputera (orang lokal) maupun tentara Maluku dan Indo-Belanda. Ejekan Pejuang Republik: Karena pasukan Batalyon V KNIL ini sangat agresif, setia kepada Belanda, dan kejam saat memburu para pejuang kemerdekaan di area Jakarta dan sekitarnya, masyarakat dan pejuang RI menjuluki mereka sebagai "Anjing NICA". Reclamasi Julukan: Alih-alih merasa terhina, pasukan Batalyon V KNIL ini justru "merayakan" ejekan tersebut. Mereka mengadopsi simbol anjing ke dalam badge resmi batalyon mereka sebagai lambang loyalitas mutlak, kewaspadaan, dan keganasan dalam bertempur melawan musuh.

Nomor inventarisasi :

B.005.8.55-54

Nomor Registrasi :

15.2.13.58

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Historika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

25 Jun 2024

Cara Perolehan:

Hibah

Keaslian:

Replika

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

32.73.K.03.0031

Alamat Museum:

Jalan Dipati Ukur No. 48, Lebak Gede, Coblong, Bandung, Jawa Barat

Galeri

Testimoni