Anak Kerbau kaki delapan
museum rumah adat nan baanjuang
Deskripsi
Koleksi Biologika ini juga merupakan titipan Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi, yang menurut pengamatan kami koleksi ini hewan yang diawetkan dengan teknik taksidermi yaitu teknik dasar untuk mengawetkan hewan verterbrata ini adalah metode mengawetkan bagian-bagian hewan untuk dipelajari atau dipajang setelah hewan tersebut mati. Berbeda jumlah kaki anak kerbau ini lebih banyak yaitu ada delapan kaki. Ini adalah fenomena alam yang tidak bisa kita estimasi sebelumnya Selanjutnya mengenai Anak Kerbau ini ditemukan di Pariaman. Namun ada beberapa daerah juga yang mengalami fenomena alam seperti ini yaitu Riau dan Aceh Barat Daya. Kejadiannya pada tahun 2019 yang lalu, dimana kerbau melahirkan anak dengan dua kepala delapan kaki, sehingga anak kerbau tersebut tidak dapat diselamatkan. Sempat masyarakat setempat menanyakan kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA, namun tidak ada respon, untuk melalukan pengawetan, akhirnya dikubur masyarakat.
Sejarah
Koleksi Biologika ini juga merupakan titipan Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi, yang menurut pengamatan kami koleksi ini hewan yang diawetkan dengan teknik taksidermi yaitu teknik dasar untuk mengawetkan hewan verterbrata ini adalah metode mengawetkan bagian-bagian hewan untuk dipelajari atau dipajang setelah hewan tersebut mati. Berbeda jumlah kaki anak kerbau ini lebih banyak yaitu ada delapan kaki. Ini adalah fenomena alam yang tidak bisa kita estimasi sebelumnya Selanjutnya mengenai Anak Kerbau ini ditemukan di Pariaman. Namun ada beberapa daerah juga yang mengalami fenomena alam seperti ini yaitu Riau dan Aceh Barat Daya. Kejadiannya pada tahun 2019 yang lalu, dimana kerbau melahirkan anak dengan dua kepala delapan kaki, sehingga anak kerbau tersebut tidak dapat diselamatkan. Sempat masyarakat setempat menanyakan kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA, namun tidak ada respon, untuk melalukan pengawetan, akhirnya dikubur masyarakat.
Nomor inventarisasi :
02.5
Nomor Registrasi :
282
Tempat Pembuatan :
Pariaman
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Biologika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
24 Apr 2025
Cara Perolehan:
-
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
13.75.U.05.0009
Alamat Museum:
Jl. Cindua Mato No. 10