Anak Kerbau berkepala dua

museum rumah adat nan baanjuang

Deskripsi

Koleksi Biologika ini juga merupakan titipan Taman Marga Satwa Budaya Kinantan Bukittinggi, yang menurut pengamatan kami koleksi ini hewan yang diawetkan dengan teknik taksidermi yaitu teknik dasar untuk mengawetkan hewan verterbrata ini adalah metode mengawetkan bagian-bagian hewan untuk dipelajari atau dipajang setelah hewan tersebut mati. Dalam istilah lain, kondisi semacam ini juga disebut sebagai bicephalic atau dicephalic atau berkepala dua dalam satu tubuh. Anak kerbau yang juga terlihat menyeramkan ini adalah fenomena alam yang tidak bisa kita estimasi sebelumnya. Selanjutnya mengenai Anak Kerbau ini tidak didapat informasi dari mana ditemukan oleh pihak Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi, namun ada informasi ditemukan di Solok.

Sejarah

Koleksi Biologika ini juga merupakan titipan Taman Marga Satwa Budaya Kinantan Bukittinggi, yang menurut pengamatan kami koleksi ini hewan yang diawetkan dengan teknik taksidermi yaitu teknik dasar untuk mengawetkan hewan verterbrata ini adalah metode mengawetkan bagian-bagian hewan untuk dipelajari atau dipajang setelah hewan tersebut mati. Dalam istilah lain, kondisi semacam ini juga disebut sebagai bicephalic atau dicephalic atau berkepala dua dalam satu tubuh. Anak kerbau yang juga terlihat menyeramkan ini adalah fenomena alam yang tidak bisa kita estimasi sebelumnya. Selanjutnya mengenai Anak Kerbau ini tidak didapat informasi dari mana ditemukan oleh pihak Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi, namun ada informasi ditemukan di Solok.

Nomor inventarisasi :

02.2

Nomor Registrasi :

279

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Biologika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

24 Apr 2025

Cara Perolehan:

-

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.75.U.05.0009

Alamat Museum:

Jl. Cindua Mato No. 10

Galeri

Testimoni