Alu 1
museum rumah kelahiran bung hatta
Deskripsi
Alu adalah kayu berbentuk panjang yang digunakan untuk menumbuk atau menghaluskan beras menjadi tepung. Pada masa lalu teknologi untuk menghasilkan tepung yang terbuat dari beras masih tradisional. Nenek moyang kita menggunakan Alu ini untuk menumbuk beras, setelah halus, diayak dengan tapisan atau disisihkan dengan saringan santan kelapa yang paling halus, agar diperoleh tepung yang bagus kualitasnya. Alu ini dalam pemakaiannya bersamaan dengan lesung.Alu biasanya terbuat dari kayu yang panjang dan kuat, dan digunakan bersamaan dengan lesung. Tempo dulu, proses menumbuk padi dengan alu dan lesung biasanya dilakukan oleh perempuan Minangkabau, baik secara perorangan atau kelompok. Jenis kayu yang biasanya dipakai untuk pembuatan alu adalah kayu surian, kayu juar, dan kayu meranti. Kayu-kayu jenis ini dikenal kuat, tahan lama, dan tahan terhadap benturan, sehingga cocok digunakan untuk pekerjaan menumbuk. Aktivitas menumbuk padi dengan alu bukan hanya untuk mempersiapkan bahan makanan dari padi menjadi beras, tetapi juga untuk memperat hubungan sosial dalam masyarakat. Ada nilai gotong-royong yang kuat, karena pekerjaan menumbuk seringkali dilakukan bersama-sama, baik dalam acara panen atau persiapan upacara adat. Alu sebagai alat tradisional untuk menumbuk padi di Minangkabau sudah digunakan sejak zaman dahulu, seiring dengan perkembangan pertanian padi di daerah ini. Sistem matrilinieal di Minangkabau yang menempatkan perempuan dalam peran penting di bidang pertanian dan pengelolaan sumber daya, juga memperkuat posisi alu sebagai alat yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan aktivitas komunal perempuan.
Sejarah
Alu adalah kayu berbentuk panjang yang digunakan untuk menumbuk atau menghaluskan beras menjadi tepung. Pada masa lalu teknologi untuk menghasilkan tepung yang terbuat dari beras masih tradisional. Nenek moyang kita menggunakan Alu ini untuk menumbuk beras, setelah halus, diayak dengan tapisan atau disisihkan dengan saringan santan kelapa yang paling halus, agar diperoleh tepung yang bagus kualitasnya. Alu ini dalam pemakaiannya bersamaan dengan lesung.Alu biasanya terbuat dari kayu yang panjang dan kuat, dan digunakan bersamaan dengan lesung. Tempo dulu, proses menumbuk padi dengan alu dan lesung biasanya dilakukan oleh perempuan Minangkabau, baik secara perorangan atau kelompok. Jenis kayu yang biasanya dipakai untuk pembuatan alu adalah kayu surian, kayu juar, dan kayu meranti. Kayu-kayu jenis ini dikenal kuat, tahan lama, dan tahan terhadap benturan, sehingga cocok digunakan untuk pekerjaan menumbuk. Aktivitas menumbuk padi dengan alu bukan hanya untuk mempersiapkan bahan makanan dari padi menjadi beras, tetapi juga untuk memperat hubungan sosial dalam masyarakat. Ada nilai gotong-royong yang kuat, karena pekerjaan menumbuk seringkali dilakukan bersama-sama, baik dalam acara panen atau persiapan upacara adat. Alu sebagai alat tradisional untuk menumbuk padi di Minangkabau sudah digunakan sejak zaman dahulu, seiring dengan perkembangan pertanian padi di daerah ini. Sistem matrilinieal di Minangkabau yang menempatkan perempuan dalam peran penting di bidang pertanian dan pengelolaan sumber daya, juga memperkuat posisi alu sebagai alat yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan aktivitas komunal perempuan.
Nomor inventarisasi :
03.194
Nomor Registrasi :
112
Tempat Pembuatan :
Bukittinggi
Status Cagar Budaya :
-
Klasifikasi :
Etnografika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
5 May 2025
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Replika
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
13.75.K.05.0010
Alamat Museum:
Jl. Soekarno Hatta No. 37, Campago Ipuh, Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, Sumatera Barat