Sistem Registrasi Nasional Museum

Sistem Registrasi Nasional Museum adalah sistem pendataan terpadu museum yang berisi seluruh data Museum di Indonesia yang telah memiliki Nomor Pendaftaran Nasional Museum dan spesifikasinya.

Museum

Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengkomunikasikanya kepada masyarakat.

Lihat Semua Museum

Koleksi

Koleksi Museum yang selanjutnya disebut Koleksi adalah Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan/atau Struktur Cagar Budaya dan/atau Bukan Cagar Budaya yang merupakan bukti material hasil budaya dan/atau material alam dan lingkungannya yang mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, kebudayaan, teknologi, dan/atau pariwisata.

Lihat Semua Koleksi

Pendaftaran Museum

Museum dapat didirikan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Setiap Orang, atau Masyarakat Hukum Adat. Pendaftaran Museum harus didaftarkan pada Bupati, Wali Kota, Gubernur, Menteri sesuai dengan kewenangannya.

Langkah-Langkah Pendaftaran

Syarat Pendirian Museum

Memiliki Visi dan Misi

Memiliki Koleksi

Memiliki Lokasi atau Bangunan

Memiliki Sumber Daya Manusia

Memiliki Sumber Pendanaan Tetap

Memiliki Nama Museum

Berbadan Hukum Yayasan Bagi Museum Yang Didirikan oleh Setiap Orang atau Masyarakat Hukum Adat

Ayo Gabung dan Daftarkan Segera Museum Anda!

Unduh Formulir

Data Permuseuman

Rekapitulasi Data Museum yang telah memiliki Nomor Pendaftaran Nasional, Museum Terstandardisasi, dan Koleksi Museum

Museum

Museum yang telah memiliki nomor pendaftaran nasional

Museum Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat merupakan museum yang mulai dibangun pada 1994 dan diprakarsai oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. A. Zaenal Basri Palaguna. Peletakan batu pertama dilakukan pada 11 Januari 1994 oleh Soesilo Soedarman, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan. Monumen ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 19 Desember 1995. Monumen ini dibuat untuk mengenang dan menghargai para pahlawan yang berjuang pada pembebasan Irian Barat pada 1962.

Museum Negeri Provinsi Jawa Barat Sri Baduga merupakan museum umum yang didirikan pada tahun 1974 dengan memanfaatkan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega, yang kemudian diresmikan pada tanggal 5 Juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu, Dr.Daoed Joesoef. Penamaan museum ini diambil dari gelar salah seorang Raja Pajajaran, Sri Baduga Maharaja sebagaimana tertulis pada Prasasti Batutulis. Nama ini kemudian ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 02223/0/1990 Tanggal 4 April 1990.

Museum Negeri Banten

Jl. Masjid Agung Banten, Banten, Kec. Kasemen, Kota Serang, Banten 42191

Museum Negeri Provinsi Banten merupakan museum umum yang awalnya menempati Kantor Budaya Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten pada 2013. Lokasi museum kemudian dialihkan ke pusat kota, yaitu ke Gedung Pendopo Gubernur lama di Kota Serang. Pemindahan ini dilakukan karena pertimbangan kebijakan, lokasi yang berada di tengah kota sehingga akses jadi mudah dijangkau oleh pengunjung museum serta bangunannya yang merupakan peninggalan Cagar Budaya dan memiliki latar belakang sejarah. Museum ini diresmikan oleh Gubernur Banten Rano Karno S.IP pada 29 Oktober 2015 berdasarkan Keputusan Gubernur Banten Nomor 032/Kep.420-Huk/2015 tentang Penggunaan bangunan Pendopo Gubernur Banten sebagai Museum Negeri Provinsi Banten.

Museum Singhasari

Perumahan Singhasari Residence Rt.04 Rw. 04 Desa Klampok

Museum Singhasari merupakan museum umum yang diresmikan pada 20 Mei 2015. Lahan tempat dibangunnya museum adalah hibah dari pemilik Perumahan Singhasari Residence. Museum ini berada di bawah kepemilikan Pemerintah Kabupaten Malang dan dikelola Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang. Koleksi yang dipamerkan adalah arkeologika dan etnografika.

Museum Arkeologi Onrust

Gugusan Kepulauan Seribu

- Pulau Onrust, pulau Cipir, pulau Kelor, dan pulau Bidadari dinyatakan sebagai pulau bersejarah yang dilindungi berdasarkan Keputusan Gubernur KDCI Jakarta No.CB. 11/2/16/1972. - Pulau Onrust, pulau Cipir, pulau Kelor, dan pulau Bidadari dikelola dalam UPT Taman Arkeologi Onrust Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2002. - Pada tahun 2013 UPT Taman Arkeologi Onrust bernaung di bawah UP Museum Kebaharian Jakarta bergabung dengan UPT Museum Bahari. Kemudian pada tahun 2016 UPT Rumah Si Pitung/Situs Marunda menyusul bergabung di bawah UP Museum Kebaharian Jakarta. - Pada tahun 2015 regulasi tentang penetapan cagar budaya tahun 1972 telah diperbarui dalam SK Gubernur No. 2209 tahun 2015 tentang Penetapan Kawasan Cagar Budaya Taman Arkeologi Onrust yang meliputi pulau Onrust, Kelor, Cipir, dan Bidadari. - Museum Arkeologi Onrust mengelola kawasan cagar budaya yang berada di Kepulauan Seribu yaitu pulau Onrust, pulau Cipir, pulau Kelor dan pulau Bidadari.

Museum d'Topeng

Jl. Kartika No.2

Museum d’Topeng merupakan museum khusus yang didirikan oleh Reno dan Elly H yang memiliki ketertarikan terhadap topeng kuno. Setelah 25 tahun mengumpulkan topeng kuno dari seluruh Indonesia, mereka menyadari bahwa topeng kuno yang dikumpulkan tidak hanya disimpan namun juga harus dipamerkan agar orang lain dapat melihatnya dan menghargai salah satu bentuk seni tersebut. Ditambah bahwa saat ini generasi muda banyak yang memalingkan muka jika melihat suatu benda kuno karena kurang menginspirasi. Reno dan Elly H, pada 2008 memutuskan untuk mendirikan dan merancang museum yang memberikan pengalaman dan kesenangan bagi para pengunjung. Mereka secara resmi membuka Museum d’Topeng bersamaan dengan Merchandise and Antique Shop pada tahun 2010 yang kemudian dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum d’Topeng. Koleksi yang dipamerkan di museum terdiri dari tekstil, keramik, patung, lukisan, boneka, senjata, dan benda tradisional yang terbuat dari kayu, logam, batu dan sebagainya.

Etnografi telah terdaftar sebagai anggota Asosiasi Museum Daerah (AMIDA) Jawa Timur. Setelah mengalami revitalisasi, Museum Etnografi kembali diresmikan oleh Dr. Hilmar Farid selaku Direktur Jenderal Kebudayaan pada 21 Maret 2016 dengan mengangkat tema kematian. Tema tersebut dipilih karena kematian merupakan bagian dari siklus hidup yang pasti dialami manusia. Namun masih banyak orang yang menganggap jika kematian merupakan hal yang tabu. Oleh karena itu, museum ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi dan pendidikan yang menarik, sehingga mempengaruhi keinginan untuk belajar.

Museum Pahlawan Nasional Jamin Gintings diresmikan pada tanggal 17 September 2013 oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Tujuan didirikan museum ini sebagai ikon dari desa tempat kelahiran Letnan Jenderal Jamin Gintings, yaitu Desa Suka. Selain itu diharapkan dapat menjadi wadah untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan dan budaya

Museum Simalungun

Jalan Jendral Sudirman No.20

"Museum Simalungun merupakan museum umum yang dimulai pada bulan April 1939 dan selesai pada bulan Desember di tahun yang sama. Pembangunan museum didasarkan pada rapat Harungguan yang dilaksanakan tanggal 14 Januari 1937. Rapat ini dihadiri oleh tujuh orang Raja Simalungun, kepala distrik, tungkat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemerintahan setempat. Hasil rapat tersebut ialah menyetujui didirikannya sebuah museum di Pematang Siantar yang bertujuan melestarikan budaya Batak Simalungun. Museum yang pada awalnya disebut Rumah Pusaka Simalungun diresmikan dengan menggunakan upacara adat Simalungun pada tanggal 30 April 1940. Museum dikelola oleh Yayasan Museum Simalungun yang didirikan pada tanggal 27 September 1954 sesuai dengan akta notaris nomor 13 tahun 1954. "

Museum Sri Serindit Natuna

JL. IMAM H. ISMAIL

Museum Sri Serindit Natuna merupakan museum umum yang diresmikan pada 23 Agustus 2008 oleh Bupati Natua, Drs. H. Daeng Rusnadi, M.Si. Museum ini berada di bawah kepemilikan Yayasan BP2SN dan dikelola oleh Bapak Zaharuddin.

MUSEUM LAMBUNG MANGKURAT

JL. A. YANI KM 35,5

Museum Negeri Provinsi Kalimantan Selatan “Lambung Mangkurat” merupakan museum yang pada awalnya bernama Museum Borneo. Museum Borneo didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1907. Setelah pemerintahan berganti menjadi Pemerintahan Jepang, museum juga turut berubah menjadi Museum Kalimantan, yang didirikan pada 22 Desember 1955. Pada tahun 1967 museum kembali berganti nama menjadi Museum Banjar. Sementara Museum Lambung Mangkurat mulai didirikan bertahap sejak 1974 dengan biaya DIP Proyek Pelita (Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum Kalimantan). Areal tanah museum merupakan sumbangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang dikuatkan oleh SK. Walikota nomor 070/II-2-Pem/77 tanggal 27 Juni 1977 seluas 1,5 Ha. Museum ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Daoed Joesoef pada tanggal 10 Januari 1979.

Museum Perkebunan Indonesia

Jl. Brigjen Katamso No.53 (Komp.PPKS) Medan

"Museum Perkebunan Indonesia merupakan museum khusus yang didirikan atas inisiatif oleh seorang tokoh perkebunan Indonesia bernama Soedjai Kartasasmita. Museum ini diresmikan pada 10 Desember 2016 oleh Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi beserta Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. Pengelolaan museum saat ini dilakukan oleh Yayasan Museum Perkebunan Indonesia. Museum Perkebunan Indonesia berisi sejarah dan perkembangan perkebunan di Indonesia yang dimulai sejak masa prakolonial. Museum ini berharap dapat menjadi penghubung antara masa lalu dan masa depan. Harapan tersebut dilakukan dengan cara membuat museum ini menarik untuk dikunjungi umum dan menjadi sumber informasi dan edukasi mengenai perkebunan di Indonesia "

Testimoni
Layanan Pengguna