Data Kajian
Kajian Koleksi Tiga Buku Keuangan Nitisemito
Museum Kretek
2020 - Kolaborasi
Kegiatan Kajian Koleksi Museum Kretek bekerjasama dengan tim tenaga ahli dari Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, yang terdiri dari:Ø Tenaga Ahli:1) Laela Nurhayati Dewi, SS, M.Hum2) Luky Yudia Perwira, SH, MMØ Fasilitator Pendamping:1) Agung Nugroho Pamungkas, S.S2) M. Zaki Rosyada, S.Hum3) Ria M Rohmah, S.Hum4) Rosita S. Sutopo, SH5) Anonda Pratama, SE6) Rizka Febri Ramadhani, S. IPTim melakukan kajian terhadap 3 (tiga) koleksi filologika Museum Kretek, yaitu Buku Jurnal Nitisemito, Buku Kartu Abon, dan Buku Nama-Nama Abon.Dalam pengkajian tahap awal dilakukan di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita dengan mengumpulkan bahan-bahan untuk menguji keaslian buku-buku tersebut. Setelah ditemukan bukti-bukti keasliannya dilanjutkan pengkajian di Museum Kretek dengan menghadirkan ahli waris Nitisemito dan ahli akuntansi. Dan setelah dikaji bersama dicapai kesimpulan bahwa buku tersebut dinyatakan asli. Hasil kajian tersebut kemudian dilakukan Seminar Hasil Kajian Koleksi.Kegiatan Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Kretek menggandeng Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Laela Nurhayati Dewi, SS, M.Hum sebagai narasumber dengan 2 (dua) pendamping narasumber yaitu Drs. H. Yudhi Ernawan (ahli waris Nitisemito) dan Adha Elizabeth, SE, M.SE (ahli akuntansi).Seminar tersebut menitikberatkan pada kemampuan akuntansi perusahaan rokok Nitisemito dengan kejayaannya pada masa itu.Kegiatan tersebut dihadiri dari wakil keluarga Nitisemito, Tim MGMP Sejarah Kabupaten Kudus, Guru sejarah SMA dan SMP, TACB, Akademisi UMK dan STAIN, jurnalis, dan penulis dengan jumlah peserta 80 orang yang dibagi dalam 2 (dua) ruangan.Waktu pelaksanaan Kajian Koleksi : Sabtu, 17 Oktober 2020Tempat Kajian Koleksi : Museum KretekWaktu pelaksanaan Seminar Hasil Kajian : Sabtu, 24 Oktober 2020Tempat Seminar Hasil Kajian Koleksi : Hotel @Hom Kudus
Pesan Yang Ditinggalkan
Museum Kretek
2021 - Kolaborasi
Kegiatan Kajian Koleksi Museum Kretek bekerjasama dengan tim ahli dari Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, yang terdiri dari:Ø Narasumber:1) Laela Nurhayati Dewi, SS, M.Hum2) Luky Yudia Perwira, SH, MMØ Pendamping:1) Rukoyah, SE2) Agung Nugroho Pamungkas, S.S3) M. Zaki Rosyada, S. Hum4) Anonda Pratama, SE5) Septiana P Nugraheningtyas, S. Kom6) Rizka Febri Ramadhani, S. IPKoleksi yang dikaji sebanyak 15 Koleksi (jenis koleksi historika) peninggalan Nitisemito yang merupakan pelopor Industri Kretek. Koleksi tersebut yaitu:1. Pena Nitisemito2. Tempat rokok Nitisemito3. Cover tempat korek api kayu Nitisemito4. Gantungan kunci5. Logo “Bal Tiga” yang tertera di bagian depan sepeda6. Pin berlambang “Bal Tiga”7. Surat bertanggal 03 Oktober 1934 yang diajukan kepada agen produk Bal Tiga di Palembang8. Surat bertanggal 17 September 1947 yang diajukan kepala Kepala Bea Cukai Kudus9. Surat pemberitahuan terkait pendistribusian rokok kepada para agen10. Nota jual beli milik perusahaan rokok Nitisemito11. Amplop perusahaan rokok Nitisemito12. Fluwi13. Foto rumah kembar Nitisemito14. Foto para penjual es tung-tung yang disponsori Bal Tiga15. Foto Stan Bazar Bal TigaSetelah koleksi dikaji, kemudian dilaksanakan kegiatan Seminar Hasil Kajian Koleksi yang bekerjasama dengan narasumber dari Museum Jawa Tengah Ranggawarsita yaitu Drs. Djoko Nugroho Witjaksono, MA dan Laela Nurhayati Dewi, SS, M.Hum. Adapun pembicara khusus dari keluarga Nitisemito yaitu Drs. H. Yudhi Ernawan.Jumlah peserta Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Kretek 180 orang yang terbagi dalam 2 (dua) hari. Hari pertama dihadiri oleh:1. Struktural Disbudpar Kabupaten Kudus2. Perguruan Tinggi di Kudus3. Media4. Asosiasi pariwisata5. Pengelola obyek wisata6. Pengelola desa wisata7. Komunitas sejarah/budaya8. Pemerhati budaya KudusAdapun hari kedua dihadiri oleh MGMP Sejarah Kabupaten Kudus dan Karang Taruna Getas Pejaten.Waktu pelaksanaan Kajian Koleksi : Senin & Selasa, 30 & 31 Agustus 2021Tempat Kajian Koleksi : Museum KretekWaktu pelaksanaan Seminar Hasil Kajian : Senin & Selasa, 13 & 14 September 2021Tempat Seminar Hasil Kajian Koleksi : Hotel @Hom Kudus
Strategi Pemasaran Objek Wisata Museum Trinil di Desa Kawu Kec. Kedunggalar Kab. Ngawi (Skripsi)
Museum Trinil
2022 - Pelajar / Mahasiswa
Yohana Kusumawati (181231060). “Strategi Pemasaran Objek Wisata Museum Trinil di Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi”. Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2022. Pemasaran adalah proses pengenalan atau penyampaian informasi mengenai produk yang ditawarkan. Museum merupakan suatu produk yang harus dipasarkan guna menarik pengunjung yang datang.dalam memasarakan mueum diperlukan ide sekreatif mungkin agar masyarakat tertarik untuk datang berkunjung. Dengan Pemasaran yang baik diharapkan menjadikan museum trinil menjadi objek wisata yang lebih dikenal oleh wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran dan faktor pendukung serta penghambat dari strategi pemasaran pada objek wisata museum trinil. Jenis penelitian ini termasuk pada penelitian Kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Untuk pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bauran pemasran (marketing mix) pada objek wisata museum trinil. product (produk) produk yang ditawarkan museum trinil adalah wisata edukasi mengenai sejarah manusia purba melalui fosil-fosil yang dipemerkan. Kedua, price (harga) harga yang ditetapkan pengelola masuk dalam kategori terjangkau. Tiket masuk dapat didapatkan dengan membayar Rp 3.000 untuk dewasa, Rp 1.000 untu anak-anak, dan Rp 5.000 untuk wisatawan asing. Ketiga, place (tempat) lokasi objek wisata dikatakan tidak strategis karena jauh dari jalan raya dan tidak ada transportasi umum yang menjakau langsung ke lokasi museum trinil. Keempat, promotion (promosi) upaya promosi yang dilakukan pengelola antara lain menyebarkan brosur mewarnai, melukis, dan lomba vlog, membuat program belajar bersama di museum untuk pelajar dan tenaga pendidik, serta melakukan publikasi di media cetak maupun digital